Beberapa Hadist Menuntut Ilmu Adalah Kewajiban

Hadits Tentang Kewajiban Menuntut Ilmu Ibnu Majah - Nusagates
source gambar : nusagates.com

Menuntut ilmu adalah kewajiban buat umat manusia. Dalam Islam menuntut ilmu adalah perintah agama. Utamanya ilmu tentang hal-hal pokok yang terkait dengan kewajiban asasi dalam agama seperti shalat, puasa maupun kebutuhan hidup sehari-hari, seperti sandang, pangan dan papan untuk diri dan keluarga.

Seperti diriwayatkan dalam hadist tentang menuntut ilmu berikut:

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

Artinya, “Dari Anas bin Malik ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, ‘Mencari ilmu sangat diwajibkan atas setiap orang Islam,” (HR Ibnu Majjah).

Menuntut ilmu bisa dilakukan dimana saja kapan saja. Menuntut ilmu dapat dilakukan secara formal maupun non formal. Secara formal bisa dilakukan di madrasah, sekolah, kampus maupun pondok pesantren. Dan lembaga informal seperti tempat tempat kursus. Dilansir dari NU Online, Hadratussyekh menyampaikan hadits Nabi tentang perbandingan ahli ibadah dan ulama. Disebutkan dalam sebuah riwayat bahwa ada dua orang sowan menghadap baginda Nabi Muhammad Saw, salah seorang di antara mereka merupakan ahli ibadah, sedang yang lain merupakan ahli ilmu.

Nabi mengatakan tentang perbandingan keduanya dalam sabda beliau;

“Keutamaan orang yang berilmu berada di atas orang yang ahli ibadah layaknya keutamaanku atas orang-orang yang paling rendah derajatnya di antara kalian” (HR al-Tirmidzi).  

Berkait dengan keutamaan mencari ilmu, KH Hasyim Asy’ari menyebut hadits Nabi;

 “Barangsiapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah subhanahu wata’ala akan memberinya jalan menuju surga” (HR Ahmad, Abu Daud dan lainnya).

Dalam hadits lain Nabi bersabda;

“Mencari ilmu merupakan kewajiban bagi setiap orang Islam, laki-laki dan perempuan. Setiap sesuatu yang di dunia ini akan memintakan pengampunan kepada Allah SWT untuk para pencari ilmu, hingga ikan di laut pun ikut memintakan pengampunan baginya.” (HR Abu Daud, al-Tirmidzi dan Ibnu Majah).   

Hadist tentang menuntut ilmu yang lainnya adalah, Al-Habib Zain bin Ibrahim bin Smith menegaskan:

   قلت واستغفار حيتان البحر للعالم يكون في حياته وبعد مماته إلى يوم القيامة لأن العلم ينتفع به بعد موت العالم إلى يوم القيامة وفي هذا دليل على شرف العلم وتقدم أهله وأن من أوتيه فقد أوتي فضلا عظيما

  “Aku berkata, pengampunan ikan-ikan laut untuk orang alim terjadi di masa hidup dan setelah kewafatannya hingga hari kiamat. Sebab ilmu akan terus dimanfaatkan setelah kematian orang alim hingga hari kiamat. Ini adalah petunjuk atas kemuliaan ilmu dan unggulnya ahli ilmu, sesungguhnya orang yang diberi ilmu, maka sungguh diberi keutamaan yang agung.” (al-Habib Zain bin Ibrahim bin Smith, al-Manhaj al-Sawi, hal. 77). 

Dalam riwayat lain disebutkan; “Barangsiapa berangkat di pagi hari untuk mencari ilmu, malaikat memintakan ampunan untuknya dan diberkahi hidupnya” (HR Abu Umar al-Qurthubi).

Hadist Riwayat lain juga menyebutkan;

“Barangsiapa yang bergegas pergi ke Masjid dalam keadaan tidak menginginkan kecuali untuk belajar ilmu maka ia akan mendapatkan pahala layaknya pahala orang yang berhaji secara sempurna” (HR al-Thabrani).  

Nabi berpesan agar umatnya tidak melepaskan diri dari salah satu lima status, yaitu ahli ilmu, pembelajar, pendengar dan pecinta mereka.

Dalam sebuah riwayat beliau bersabda ;

“Jadilah orang yang alim ataupun orang yang belajar keilmuan ataupun orang yang senantiasa mendengarkan ilmu atau orang yang suka akan hal itu dan jangan sampai kamu menjadi orang yang ke lima, sebab kamu akan menjadi orang yang rusak” (HR al-Thabrani, al-Darimi dan lainnya).  

Orang kelima yang dimaksud dalam hadits di atas adalah mereka yang membenci ilmu dan ulama.

.

Leave a Comment