5 Tips Anti Boncos Pake Pinjaman Online Selama PPKM

Karena pandemi yang kembali menggila, PPKM kembali diberlakukan. Tentu aja, seperti kebijakan pada umumnya, pro dan kontra selalu ada. Terlebih dalam situasi genting seperti saat ini. Banyak orang yang terdampak perekonomian dan penghasilannya karena diberlakukannya PPKM. Mau tidak mau, suka tidak suka, putar otak pun harus dilakukan agar dapur tetap ngebul. 

Sebagian dari kita mungkin tergiur untuk kredit online atau ambil pinjaman tunai demi memenuhi kebutuhan selama PPKM. Nggak bisa dipungkiri, di saat keuangan menurun, kredit atau pinjam uang adalah salah satu cara cepat untuk bisa dapat uang untuk memenuhi kebutuhan yang kondisinya mendesak. 

Akan tetapi, nggak bisa dipungkiri juga, cara ini seringkali menjadi bumerang dan memperburuk kondisi keuangan. Lantas, harus bagaimana?

Mengajukan kredit online atau pinjaman, terutama ke fintech yang pencairannya cepat, boleh-boleh aja. Tapi, ada 5 hal yang harus diperhatikan supaya pinjaman bisa bermanfaat, bukan bikin boncos. Yuk simak ulasannya berikut ini: 

Pinjam sesuai kemampuan bayar

Yang satu ini mungkin kita semua udah tau dan terdengar klise. Tapi, hal ini harus benar-benar dianggap serius kalo mau keuangan tetap aman meskipun pake pinjaman online. 

Kadang-kadang, saking mudahnya mendapat pinjaman, banyak orang pinjam uang melebihi kemampuan finansialnya sendiri. Dalam artian, kadang butuhnya cuma Rp 1 juta, ngajuinnya jadi Rp 2 juta. Ujung-ujungnya saat jatuh tempo, jadi bingung harus gimana bayarnya?

Nah, di masa pembatasan dan pandemi seperti sekarang, sangat penting untuk mengatur skala prioritas. Paling tidak, utamakan kebutuhan primer terlebih dulu seperti makan, transport kerja, dan biaya listrik. Sisanya, kebutuhan yang bisa ditunda, sebaiknya ditunda. 

Meminjam uang, apalagi ke pinjaman online, sangat tidak disarankan untuk menopang gaya hidup. Dalam kondisi mendesak, karena pencairan cepat, pinjaman online bisa cukup membantu asal penggunaannya bijak. Kamu juga perlu memperhitungkan berapa besaran penghasilan yang masih ada “slot” untuk bayar pinjaman? Usahakan jangan meminjam lebih dari slot tersebut, ya. 

Pilih fintech berbunga rendah dan cek simulasi pinjamannya lebih dulu

Fintech yang berbunga rendah itu bukan mitos, lho. Salah satunya ada KrediFazz yang mematok suku bunga 9% atau 0,3% per bulan. Di mana rata-rata fintech pada umumnya memiliki suku bunga 0,8% atau mencapai hingga 24% per hari. Dengan tenor pembayaran 30 hari, KrediFazz menyediakan layanan pinjaman dengan limit mulai dari Rp 100 ribu sampai dengan Rp 3 juta. 

Makin rendah bunga yang ditawarkan fintech, biasanya akan makin rendah juga total pembayaran pinjaman. Tapi, jangan lupa juga untuk mengecek biaya-biaya lain yang menyertai pinjaman seperti biaya admin yang ditampilkan pada laman simulasi ya. Sebab, ini juga akan berpengaruh pada total pembayaran ataupun jumlah pinjaman yang akan dicairkan ke rekening. 

Jangan gali lubang tutup lubang

Salah satu kendala yang sering dialami pengguna kredit online atau fintech adalah gali lubang tutup lubang. Di mana mereka menggunakan aplikasi pinjaman online untuk menutup utang pinjaman atau di aplikasi pinjaman lainnya. Kondisi ini tentu bisa bikin keuangan porak poranda. Maka dari itu, jangan sampai kamu terjebak di dalamnya, ya! Jika memang ada tenggat utang yang harus dibayar, sebaiknya kamu bisa meminta restrukturisasi atau perpanjangan waktu daripada harus berutang di tempat lain untuk membayar utang tersebut. Yang mana ujung-ujungnya, utang malah jadi nggak ada habisnya. 

Jangan tergiur pakai lebih dari 1 fintech

Salah satu cara untuk tidak terjebak dalam gali lubang tutup adalah jangan tergiur untuk menggunakan lebih dari 1 aplikasi fintech dalam satu waktu. Jangan juga secara impulsif mendaftar atau mengajukan pinjaman ke beberapa aplikasi sekaligus hanya karena di aplikasi yang satu belum ada approval. Sebaiknya, tunggu hingga ada notifikasi pinjaman ditolak/disetujui, baru bisa coba pinjam di aplikasi lain supaya aman. Plus, usahakan melakukan pembayaran sesuai dengan jatuh tempo yang diberikan untuk menghindari adanya denda. 

Gunakan limit pinjaman hanya dalam keadaan mendesak

Biasanya, aplikasi pinjaman atau kredit online memiliki sistem limit yang bisa digunakan berkali-kali ketika pembayaran sudah dilakukan. Artinya, kita nggak perlu lagi mengajukan pinjaman dari awal jika suatu saat butuh pinjaman lagi. Tinggal buka aplikasinya, login, lalu ajukan pencairan dana pinjaman yang diinginkan sesuai limit yang tersedia. 

Hal ini berlaku juga di KrediFazz sebagai salah satu aplikasi pinjaman online berbunga rendah dan sudah terdaftar di OJK. Kalo kamu udah jadi pengguna KrediFazz, pernah mengajukan pinjaman dan bayarnya lancar, untuk pinjaman berikutnya kamu tinggal ajukan pencairan lagi aja secara langsung lewat aplikasinya. Praktis dan cepat, khususnya untuk kondisi mendesak yang membutuhkan uang tunai.

Leave a Comment